Minggu, 16 Oktober 2011

Manajemen Ayam Petelur dan Pedaging


CARA PEMELIHARAAN AYAM PEDAGING

KARATERISTIK CP BROILER
Cp broiler merupakan hasil persilangan galur murni yang unggul dan rekayasa genetika, dengan FCR rendah, pola pertumbuhan cepat dan lebih selektif ( daging dada lebih banyak ). Broiler ini peka terhadap perubahan dan mudah stres, pertumbuhan bulu lebat dan memerlukan formulasi pakan yang baik.
Cp broiler dipelihara untuk bisa dipanen lebih awal dengan berat panen 1-1.5 kg maupun berat panen di atas 2 kg. Laju pertumbuhan broiler dapat diatur dengan program pencahayaan dan program pemberian pakan yang baik. Untuk dapat menghasilkan berat panen 1-1.5 kg, maka pertumbuhan pada 7 hari pertama perlu diperhatikan . berat badan yang baik pada umur 7 hari ( ± 175 g ) secara umum akan menghasilkan berat badan yang sangat baik pula pada akhir masa panen.
PAKAN CP BROILER
Charoen pokhpand indonesia memproduksi pakan untuk ayam broiler dengan memberikan keseimbangan yang tepat antara protein, energi, mineral, vitamin dan asam amino esensial sehingga didapatkan pertumbuhan dan performans ayam broiler yang optimum. Kita mengetahui bahwa pakn merupakan faktor yang pengaruhnya paling besar dari total biaya produksi broiler. Oleh karena itu harus dapat dipastikan bahwa pakan yang diberikan harus sesuai dengan spesifikasinya.
Jenis
Medan
Jakarta
Surabaya
Starter
Hiprovite ( 511)
Novo (N511)
HIPRO (611)
Bintang (BP11, BP11 bravo)
Hiprovite ( 511, 511 bravo) PC 100
Hiprovite ( 511)
Bintang (BP11)
Higro (HG11)
Novo (NP11)
Turbo (SB11)
Jago (CP11)
Finisher
Hiprovite ( 512)
Novo (N512)
HIPRO (612)
Bintang (BP12, BP12 bravo)
Hiprovite ( 512, 512 bravo) PC 200
Hiprovite ( 512)
Bintang (BP12)
Higro (HG12)
Novo (NP12)
Turbo (SB12)
Jago (CP12)
PERSIAPAN KANDANG
Setiap unit farm untuk produksibroiler seharusnya memelihara ayam hanya satu kelompok  umur saja. Penempatan ayam diatur sistem “all in all Out” ( ayam yang keluar secara bersamaan ) untuk meminimalkan serangan penyakit.waktu pembersihan  dan periode istirahat kandang  minimal 14 hari guna mengurangangi resiko bakteri dan virus. Pelaksanaan biosecurity sangat penting dilakukan.
Tahap persiapan kandang
1.        Pencucian kandang
·         Pembersihan kandang dilakukan segera mungkin setelah ayam dalam satu flok dikeluarkan. Kotoran ayam dan semua peralatan dikeluarkan. Kandang dicuci dengan detergen dan dibilas dengan air sampai bersih. Kemudian kandang disemprot dengan formalin (10%).
·         Lantai kandang dikapur. Gunakan campuran 10kg kapur hidup dan 20 kg amonium sulfat pada permukaan lantai seluas 100 m². Tebarkan secara merata ke lantai kandang lalu semprot dengan 100 liter air pada permukaannya.
·         Gunakan litter yang bagus , kering tidak menggumpal dan tidak berdebu maka cacat pada kulit, dada, kaki dan saluran pernafasan ayam dapat dihindari. Litter yang umum digunakan antara lain seratan kayu ( 3-5 kg/m² ) dan sekam padi  ( 2,5 – 4 kg/m² ) yang mudah didapat. Dianjurkan ketebalan litter 5 – 8 cm.
2.        Pencucian peralatan kandang
·         Cuci peralatan kandang dengan detergen hingga bersih. Bilas dengan air desinfektan ( ucarsan, bromoquad atau lodopest ). Kemudian dikeringkandan simpan di tempat yang bersih.
3.        Pemasangan tirai
·         Setelah kandang bersih dan sekam sudah ditebar merata, pasang tirai luar dan tengah dan semprot kembali dengan formalin ( merata ke bagian atas, sekam dan rung kandang ) dengan dosis 10 liter/ 90 liter air.
·         Pasang sekat dan masukan peralatan yang sudah dibersihkan (tempat minum dan feeder tray ) serta pasang pemanas.
·         Tiga hari sebelum DOC masuk, semprot kembali dengan formalinn10 liter / 90 liter air.
Jika terjadi kasus penyakit pada periode sebelumnya, maka perlu dilakukan desinfeksi ekstra.
PERIODE BROODING
a.         Tujuan brooding
Tujuan brooding adalah untuk menyediakan lingkungan yang nyaman dan sehat bagi anak ayam, untuk pertumbuhan optimal. Pada 2 minggu pertama anak ayam mengalami perbanyakan sel, perbanyakan tersebut meliputi perkembangan saluran pencernaan / gastro intestinal, saluran pernapasan dan perkembangan sistem imun.
b.        Manajemen penerimaan DOC
·         Cek kondisi mobil pengangkut meliputi : segel, kondisi kipas, surat jalan dan cek sampel DOC 10 %.
·         Cek sampel dengan meperlihatkan : jumllah DOC, DOC yang mati serta kondisi umum DOC ( lincah, diam, atau cacat ).
·         Setelah DOC dicek, harus sseera disebarkan ke brooder  masing-masing yang telah disediakan. Jika anak aya mengalami dehidrasi, jangan diberikan pakan sebelum anak ayam menemukan tempat minum dan telah minum selama 2-3 jam.
KEPADATAN AYAM
Jumlah ayam per m² dapat bervariasi tergantung dari umur panen, tipe kandang dan iklim yang terjadi pada saat itu. Pada kandang terbuka dengan ventilasi alami kepadatanya adalah 15 kg/m². Pada kandang dengan aliran udara yang bisa diatur ( kandang tertutup ), kepadatan dapat mencapai 25 – 30 kg/m² berat hidup. Direkomendasikan juga untuk menurunkan  kepadatan kandang pada saat temperatu tinggi.
Kepadatan ayam berdasarkan berat panen
Berat
Kepadatan
0,80-0,90
11,0-11,1
1,00-1,19
10,0-10,5
1,20-1,39
9,0-9,5
1,40-1,59
8,0-8,5
1,60-1,89
7,5-8,0
>1,90
7,0-7,5
MANAJEMEN TIRAI
Pemasangan tirai sesuai dengan kebutuhan ( sesuiakan dengan kondisi lingkungan ). Bukadan tutup tirai tergantung pada temperatur di dalam kandang. Cara buka tirai dengan jalan dari atas ke bawah. Hal ini untuk mencegah agar ayam tidak terkena angin langsung. Tirai samping ( bagian atas  ) terbuka ± 0,2 – 0,3 m dengan melihat kondisi lingkungan ). Jika anak ayam mulai panting diumur 2 – 3 hari, maka buka tirai bagian tengah.
Umur (hari)
Kondisi tirai
Luar
Tengah
Siang
Malam
Siang
Malam
1-2
Tertutup
Tertutup
Tertutup
Tertutup
3-4
Tertutup
Tertutup
Buka setengah
Tertutup
5-6
Buka setengah
Tertutup
Terbuka
Tertutup setengah
7-8
Buka setengah
Tertutup
Terbuka
Terbuka
9-10
Buka setengah
Tertutup
Terbuka
Terbuka
11-12
Buka setengah
Tertutup
Terbuka
Terbuka
13-14
Terbuka
Tutup setengah
Terbuka
Terbuka
15-20
Terbuka
Tutup setengah
Terbuka
Terbuka
21-panen
Terbuka
Terbuka
Terbuka
Terbuka

SISTEM PEMBERIAN PAKAN
1.        Tempat pakan ( feeder space ) untuk anak ayam
0 – 2         hari      1 feeder trat diameter 35 cm per 50 ekor ayam.
3 – 5         hari      tambah feeder tray dan pan feeder.
6 – 14       hari      tambah 1 pan feeder setiap 50 ekor anak ayam.
·         Tempat pakan mulai umur 3 hari sudah ditambah dengan pan feeder dan setiap pelebaran ditambah. ( lihat kondisi ayam ).
·         Feeder tray pada umur 6 hari mulai dikeluarkan, pada umur 9 hari semua sudah menggunakan feeder tube.
·         Umur 12 hari feeder tube sudah mulai digantung, pada 14 hari feeder tube sudah digantung semua. ( lihat kondisi ayam ).
Jumlah kebutuhan tempat pakan untuk 500 ekor
Umur
Kepadatan (ekor/m²)
Chiken feeder tray (CFT)
Tube 10 kg
1
60
10
-
3
40
10
10
6
30
6
12
9
20
4
16
12
15
-
24
14>>
10
-
24

·         Pemberian pakan, pola pemberian pakan yang baik akan membantu meningkatkan konsumsi pakan minggu pertama.
Frekuensi pemberian pakan
Umur ( hari)
Frekuensi pemberian
1-2
8
3-4
7
5-6
6
7-8
6
9-10
6
11-12
5
13-14
5
15-20
4
>20
2

2.        Ketinggian feeder untuk broiler
Bibir feeder pan (feeder tube) harus sedikit lebih rendah daripada tembolok ayam jika ayam berdiri tegak.
SISTEM PEMBERIAN AIR MINUM
Pada saat ayam datang, berikan larutan gula 1% paling lama 2 -3 jam pertam serta berikan anti biotika pada hari ke  1 hingga ke-3 disaat pagi hari  ( paling lama 5 – 6 jam )dan berikan vitamin pada saat sore hari.
1.        Ketinggian tempat air minum untuk broiler
Tempat air minum harus selalu dicek ketinggiannya setiap hari dan disesuaikan agar teppi tempat air minum sejajar dengan punggung ayam sejak hari ke-18 dan seterusnya. Ketinggian nipple disesuaikan sehingga ayam dapat minum dengan medongakkan kepalanya 45º terhadap nipple.
2.        Level air minum
Ketinggian air minum sebaiknya 0.6 cm dibawah tutup tempat minum sampai dengan 7 – 10 hari dan harus ada air di dasar tempat minum dengan ketinggian 0,6 cm sejak hari ke-10 dan selanjutnya.pengeluaran air dari nipple minimal 80 ml per menit dengan tekanan 30 -40 cm water column.
3.        Kualitas air minum
Ayam minum 1,6 – 2 kali dari jumlah pakan yang dikonsumsinya. Lakukanlah analisa terhadap air minum 2 kali setahun untuk memastikan bahwa air minum tersebut mengandung mineral atau bahan organik dalam jumlah yang dapat diterima.
KONSUMSI AIR MINUM
Pada temperatur normal , konsumsi air minum anak ayam adalah 1,6 – 2,0 kali dari konsumsi pakan. Faktor ini sebaiknya digunakan sebagai pedoman sehingga penyimpangan konsumsi air yang berkaitan dengan kualitas pakan, temperatur atau kesehatan ayam dapat segera diketahui dan diperbaiki.
Konsumsi air / 1000 ekor / hari ( pada suhu 21ºC )
Umur ( minggu)
Liter
1
58-65
2
102-115
3
149-167
4
192-216
5
232-261
6
274-308
7
309-347
8
348-385
Di atas suhu 21ºC, kebutuhan air minum meningkat rata-rata 6,5% setiap kenaikan satu derajat celcius
Level Maksimal Mineral Dan Bakteri Pada Air Minum Yang Dapat Ditolerir
Total bahan padat terlarut
300-500 ppm
Khlorida
200 mg/l
PH
6-8
Nitrat
45 ppm
Sulfat
200 pp
Besa
1 mg/l
Kalsium
75 mg/l
Tembaga
0,05 mg/l
Magnesium
30 mg/l
Mangan
0,05 mg/l
Seng
5 mg/l
Faecal coliform
0
Flourida
0,06 mg/l
Merkuri
0,0002 mg/l
Timah
0,05 mg/l

PROGRAM PENCAHAYAAN
Pencahayaan berfungsi untuk memaksimalkan berat badan harian. Pancahayaan dalam kandang harus merata ke seluruh bagian kandang. Secara umum broiler tumbuhh pada 23 penyinaran perhari. Penelitian telah membuktikan bahwa penyinaran kurang dari 23 jam dapat memberikan beberapa keuntungan. Untuk anak ayam, berikan cahaya terang sebesar 20 lux. Setelah satu minggu intensitas cahaya dikurangi secara bertahap menjadi 5 – 10 lux.
Ada tiga tipe program pencahayaan:
1.    Program penambahan lama penyinaran (photoperiod) sesuai untuk flok yang dipelihara sampai bobot badan di atas 2 kg ( panen di atas 2 kg ).
HARI
TERANG
GELAP
0-3 hari
23
1
4-7 hari
18
6
8-14 hari
14
10
15-21 hari
16
8
22-28 hari
18
6
29 – dijual /dipanen
23
1

2.    Program pengurangan lama penhyinaran sesuai untuk flok yang dipelihara hingga 2 kg ( panen antara 1 sampai 2 kg ).
HARI
TERANG
GELAP
0 - 7 hari
23
1
8 – 21 hari
16
8
22 – dijual / dipanen
23
1

3.    Program penyinaran intemitten ( terang –gelap ) pada kandang tertutup, sesuai untuk flok yang dipelihara sampai dengan umur 42 hari.
Program ini digunakan bila terdapat masalah pertumbuhan kaki yang abnormal. Program ini juga bermanfaat dalam mengurangi efek stres panas pada performans broiler.
A
HARI
TERANG
GELAP
0-3 hari
23
1
4-35 hari
5
1 ( terang / gelap secara bergantian )
36-42 hari
23
1

B
HARI
TERANG
GELAP
0-7 hari
24
0
8-21 hari
23
1
21 - dijual hari
2 (1)
2 (3) ( terang / gelap secara bergantian )


INTENSITAS CAHAYA
Pencahayaan tradisional hanya satu sistem, yaitu pencahayaan secara terus menerus, yang telah diterapkan oleh peternak. Intensitas cahaya sebaiknya diturunkan secara bertahap sejak hari ke-7 dari 20 lux menjadi 10 lux. Oleh karena itu intensitas harus merata ke seluruh kandang.
Bola lampu (watt)
Tungsten ( lumen)
Flourescen (lumen)
20
170
830
25
230
1000
40
430
2600
80
730

100
1600


Formula ini digunakan ketonggian bola lampu 2 meter diatas ayam. Perhitungan sederhananya adalah 1 watt / 1,33 meter setara dengan 10 lux
Intesitas cahaya =       2 x B x lumen
                                    W x L x H²
Keterangan :
B = jumlah bola lampu ( pijar / neon )
W = lebar kandang
L = panjang kandanga
H = tinggi kandang
SELEKSI AYAM
Pelaksanaan seleksi ayam sebaiknya dilakaukan semenjak penerrimaan DOC dan dapat dilakukan saat vaksinasi, ayam yang diseleksi melliputi:
-          Ayam yang dehidrasi
-          Pantat atau pusarnya basah
-          Ayam yang kerdil, lemah atau cacat
Ayam hasil seleksi ini ditempatkan di dalam brooder tertentu. Berikan pemanas, vitamin, pakan dan minum yang cukup.
STRES PANAS
Stres karena panas dapat menurunkan performans ayam. Kisaran temperatur netral untuk ayam menurun dari >30ºc (86ºF) pada waktu menetas sampai sekitar 24ºc (75ºF) pada umur 4 minggu.peningkatan konsumsi pakan selama sters panas yang akut dapat meningkat kan kematian, sehingga untuk mencegah hal tersebut dapat dilakukan dengan cara :
-          Ayam dipuasakan.
Interval puasa 6-8 jam sebelumnya terjadinya awal stres panas, kemudian terjadi lagi stres panas selama 6 jam.
-          Pemberian vitamin dan elektrolit sangat dianjurkan. Vitamin C diberikan 6 jam sebelum stres panas terjadi.
VENTILASI
Pergerakan udara dapat meningkatkan pengeluaran panas dalam kandang dengan cara konduksi dan evorasi. Efoktivitas pergerakan udara dalam kandang tergantung pada umur ayam dan bulu yang menutupi tubuhnya. Pergerakan udara dapat dibuat dengan menggunakan kipas sirkulasi yang ditempatkan untuk meningkatkan untu menigkatkan angin sesuai dengan level yang dibutuhkan oleh ayam.
Cara membuat pergerakan angin dapat dilakukan dengan dua tipe.
1.      Kipas sirkulasi untuk kandang tipe terbuka.
2.      Ventiasi tipe tunnel untuk kandang tertutup.
Kipas dengan ukuran 36” dan berkapasitas 10.000 cfm dapat menimnulkan pergerakan udara dalam area seluas 5x15 cm. Ventilasi tunnel adalah metodde terbaik untuk menjaga agar suhu ayam normal. Ventilasi tunnel bertujuan  agar panas di dalam kandang dapat keluar dari kandang dengan menggunakan kecepatan angin dalam kandang sebesar 400 – 500 ft/menit. Pergantian udara terjadi satu kali tiap satu menit atau kurang.

BIOSECURITY
a.    Pencegahan penyebaran penyakit melalui manusia.
Membatasi orang dan kendaraan yang masuk ke lokasi kandang. Masuk kelokasi kandang harus disemprot dengan desinfektan. Siapkan celup kaki dan celup tangan di tiap kandang ( air dan desinfektan ).
b.    Pencegahan penyakit melalui ayam.
Segera keluarkan ayam yang mati dalam kandang setiap hari. Jika ada yang menunjukan gejala sakit segera isolasi ke kandang isolasi.
c.    Pencegahan penyakit melalui peralatan.
Sistem all-in all out akan membantu pencegahan penyebaran penyakit dari ayam tua ke ayam muda. Peternak harus membiasakan pembersihan dan desinfeksi kandang serta peralatan kandang untuk mengurangi mikroorganisme patogen hingga level mininum.
d.   Pencegahan penyakit melalui vektor.
Vektor penyebab penyakit seperti rodensia, burung liar, serangga, parasit internal dan eksternal harus diberantas.
VAKSINASI
Perhatikan penyakit-penyakit yang paling banyak menimbulkan masalah pada musim-musim yang berbeda dalam satu tahun. Hitung secara periodik dan kuantitatif penyakit yang menyerang ayam . gunakan vaksin dengan “frekuensi minimal” pada pemeliharaan broiler dan evaluasi programnya secara teratur.
A.  Reaksi vaksinasi
Vaksinasi
Reaksi setelah
Infectious bronchitis
3-5 hari
Newcastel disease
5-7 hari
IBD
1-4 hari

B.  Penyusuaian program vaksinasi
Vaksinasi yang tepat dan benar dapat mencegah penyakit. Untuk menghindari terjadinya reaksi post vaksinasi pada saluran pernafasan yang keras ataupun komplikasi yang kuat setelah pelaksanaan vaksinasi, maka kita harus mengetahui penyebab terjadinya reaksi pasca vaksinasi yang kuat tersebut, yakni antara lain :
1.      Kesalahan teknik vaksinasi
2.      Rendahnya anti bodi dari induk ( materrnal anti bodi )
3.      Salah dalam memilih strain vaksinasi.
PROGRAM VAKSINASI
1.        Kondisi normal
Umur ( hari)
Vaksin
Aplikasi
Produk Vaksin
7
ND (clone 30 atau lasota)
Tetes mata
Intervet, MBL, fort dodge
14
IBD
Air minum atau oral
Intervet, AAKO
21
ND (clone 30 atau lasota)
Tetes mata atau air minum
Intervet, MBL, fort dodge

2.        High ND challeng
Umur ( hari)
Vaksin
Aplikasi
Produk Vaksin
7
ND (clone 30 atau lasota)
Tetes mata
Intervet, MBL, fort dodge

ND
subkutan
Intervet, MBL
14
IBD (LZ 228 E atau MB)
oral atau air minum
Intervet, AAKO

3.        High IB challeng
Umur ( hari)
Vaksin
Aplikasi
Produk Vaksin
1
IB ( H, 120)
Spray atau tetes mata
intervet
7
ND (clone 30 atau lasota)
Tetes mata
Intervet, MBL, fort dodge
14
IBD (LZ 228 E atau MB)
Air minum atau oral
Intervet, AAKO
21
ND + IB (clone 30 + Ma 5 atau lasota + Mass)
Tetes mata atau air minum
Intervet, MBL, fort dodge

4.        High ND dan IB challeng
Umur ( hari)
Vaksin
Aplikasi
Produk Vaksin
1
IB ( H, 120)
Spray atau tetes mata
Intervet
7
ND (clone 30 atau lasota)
Tetes mata
Intervet, MBL, Fort dodge

ND broiler (killed) 1 dose
Subkutan
Intervet

Atau ND (killed) ½ dose

Intervet, MBL
14
IBD (LZ 228 E atau MB)
Air minum atau oral
Intervet, AAKO
21
ND + IB (clone 30 + Ma5 atau Lasota + Mass)
Tetes mata atau air minum
Intervet, MBL, Fort dodge

5.        Broiler > 2,0 kg
Umur ( hari)
Vaksin
Aplikasi
Produk Vaksin
7
ND + IB (clone 30 atau mas5)
Tetes mata
Intervet
14
IBD (LZ 228 E atau MB)
Air minum atau oral
Intervet, MBL, Fort dodge
21
ND + IBD
Tets mata
Intervet

ND (killed) ½ dose
Subkutan
Intervet, MBL
53
ND + IB (clone 30 + Ma5 atau Lasota + Mass)
Air minum atau tets mata
Intervet, AAKO

6.        Broiler yang divaksin di hatchery
Umur ( hari)
Vaksin
Aplikasi
Produk Vaksin
1
ND  (clone 30 atau lasota)
Tetes mata
Intervet, MBL, Fort dodge

ND broiler (killed) 1 dose
Subkutan
Intervet

ND (killed) ½ dose

Intervet, MBL
14
IBD (LZ 228 E atau MB)
Air minum atau oral
Intervet, AAKO
21
ND + IB (clone 30 + Ma5 atau Lasota + Mass)
Air minum atau tets mata
Intervet, MBL, Fort dodge

7.        Untuk broiler yang divaksin dengan bursaplex in ovo ( di hatcery ).
·         Dapat memilih program vaksin 1 – 4 tergantung dari kondisi di masing –masing wilayah.
·         Tidak membutuhkan vaksinasi IBD di peternakan broiler ( vaksin IBD pada 14 hari ).
8.        Untuk vaksinasi AI pada broiler yang dipanen pada berat 1,8 kg, vaksin AI diberikan di umur 7 hari.
PELAKSANAAN PANEN
Sebelum merencanakan pengiriman pakan, harus dilakukan perhitungan yang benar terhadap kebutuhan pakan yang diperlukan sampai ayam diapanen. Manager farm bertanggung jawab untuk mendapat kan performans yang optimal saat panen, melaksanakan periode pemuasaan yang tepat saat sebelum penangkapan ayam dan mengkoordinir serta mengawasi petugas penangkap ayam.
            Rata rata dibutuhkan 8 jam antara saat dimulainya pemuasaan pada ayam sampai saat pemotongan ayam. Pemuasaan yang dilakukan di atas 8 jam, akan menyebabkan kehilangan berat ayam sekitar 0,2 % per jam pada kondisi temperatur normal.
            Diperlukan waktu minimal 4 jam setelah pengosongan tempat pakan, sebelum dilakukan penangkapan ayam. Air minum sebaiknya tersedeia dalam jumlah yang cukup sampai saat penangkapan ayam dimulai, yang sebaiknya di lakukan pada malam hari.
           













CARA PEMELIHARAAN AYAM PETELUR

PENDAHULUAN
Päda beberapa tahun terakhir ini perusahaan pembibitan terus menerus melakukan perbaikan genetik untuk mendapatkan kualitas produksi yang lebih baik, dengan cara seleksi yang ketat.
Faktor-faktor penting dalam pemeliharan yg harus diperhatikan untuk memenuhi kebutuhan ayam agar dapau tumbuh dengan baik dan dapat menampilkan potensinya secara maksimum adalah:
·         suhu
·          ventilasi
·         pemberian pakan dan air minum
·         program pencahayaan
·         program vaksinasi
·         kontrol pertumbuhan
recording dalam pemeliharan berperan penting dalam menganalisis dan sebagai bahan evaluasi pada akhir periode pemeliharaan untuk perbaikan diperiode yang akan datang.

 BIOSECURITY
biosecurity adalah tindakan yang harus diperhatikan untuk mencegah masuknya penyakit dari luar maupun untuk menekan jumlah agen penyakit didalam lokasi peternakan.
Tindakan tersebut adalah :
·         isolasi
·         sanitasi dan desinfeksi
·         kontrol lalu lintas

Anjuran Umum
·          lokasi peternakan harus terisolir dari peternakan lain, jarak antara peternakan/kandang semakin jauh semakin baik (idealnya minimum 1 km)
·         tata letak bangunan kandang dan pendukungnya diatur sedemikian rupa sehingga lalu lintas orang, barang maupun peralatan lebih teratur (misal: gudang tempat pakan ditempatkan dekat pintu masuk peternakan agar kendaraan pengangkut dari luar tidak perlu masuk ke dalam lokasi peternakan).
·         Ada pagar pembatas dengao lingkungan luar dan antar bagian (kandang,mess karyawan dan bagian pendukung lainnya).
·         Sediakan shower dan tempat/bak khusus celup roda kendaraan di pintu gerbang masuk peternakan dan bak celup kaki dikandang diisi larutan desinfektan.
·         Sediakan ruangan khusus untuk menyimpan pakaian dari luar dan ruang ganti.
·         Sediakan dan kenakan pakaian, sepatu atau alas kaki khusus untuk dipakai hanya di dalam lokasi oleh pekerja dan tamu yang berkepentingan.
·         Sepatu atau alas kaki harus didesinfeksi sebelum masuk kandang
·         pilih peralatan dari bahan yang mudah dibersihkan
·         peralatan yang akan dibawa dan digunakan dilokasi kandang harus didesinfeksi dan atau difumigasi
·         ayam yang dipelihara hanya satu kelompok umur. Idealnya digunakan sistem all in all out (satu usia dalam satu lokasi peternakan).
·         Tidbk boleh memelihara hewan lain selain ayam ras di dalam lokasi peternakan.

Kontrol Hewan Liar
 sangat penting untuk mencegah tikus, kucing dan burung liar masuk kedalam kandang karena merupakan pembawa bibit penyakit, pemeriksaan perlu dilakukan pada langit-langit,dinding,panel listrik dan tempat pakan.

Sanitasi Kandang
·         setelah selurug ayam dikeluarkan, segera semprotkan insektisida ke seluruh permukaan dimana banyak serangga tinggal dan untuk mengurangi serangga berpindah ketempat lain.
·         Keluarkan semua peralatan dan dibersihkan ditempat terpisah di luar kandang.
·         Keluarkan litter bekas, kotoran dan sisa pakan dari peralatan pakan
·         cuci bagian dalam kandang dengan air bertekanan tinggi (spayer/fogging). Dimulai dari bagian atas, dinding dan lantai.
·         Desinfeksi dahulu dinding dan lantai dengan menyemprotkan desinfektan.
·         Pada kandang terbuka, tirai penutup dapat segera dipasang setelah bagian dalam bersih.
·         Desinfeksi semua peralatan dengan mencelupkan dalam larutan desinfektan.
·         Tanki dan pipa air minum dibersihkan dari kotoran/kerak pipa dengan larutan asam sitrat, dibiarkan 24 jam kemudian di-flusing.
·         Lakukan penggaraman pada lantai, 25 gram/m2 yang sudah dilarutkan dalam air, dibiarkan semalam dan kemudian dibilas dengan air bersih yang bertujuan untuk mengendalikan dan mengurangi telur cacing.
·         Istirahatkan kandang selama 2 minggu dalam keadaan sudah bersih.

Penanganan Ayam Mati
pengambilan ayam mati dilakukan setidaknya 2 kali sehari dan lokasi pembuangan harus jauh dari kandang, apabila terjadi kasur wabah penyakit, maka pengambilan dilakukan lebih sering (4-5 kali)
beberapa cara penanganan bangkai ayam:
·         dibakar
·         dibuang dalam lubang pembuangan khusus /pit disposal (dengan atap yang kuat dan tertutup rapat).

Persiapan Pemeliharaan
sebelum kedatangan DOC harus dipastikan :
·         kandang dan peralatan harus bersih dan didesinfeksi. Istirahat kandang minimum 2 minggu.
·         Untuk persiapan kedatangan DOC (2-3 hari sebelum kedatangan) kandang dan peralatan disucihama ulang dengan spray kabut formalin (25 ccp/liter air).
·         Pastikan semua peralatan dalam jumlah yang cukup dan berfungsi dengan baik.
·         Pastikan suhu brooder dapat mencapai 34 C sebelum DOC tiba, sehingga kebutuhan lama waktu untuk menyalakan pemanas sebelum DOC tiba sangat tergantung pada suhu lingkungan, daerah dingin membutuhkan waktu pemanasan yang lebih lama.
·         Letakkan tempat pakan dan minum secara merata pada zona aktivitas.
·         Saat kedatangan DOC
·         setelah DOC datang, tempatkan pada area brooding dan segera buka tutup box. Keluarkan DOC secepatnya dari dalam box dan tebar didekat pemanas.
·         Bow bekas DOA tidak boleh disimpan maupun ditumpuk dalam kandang dan jangan digunakan sebagai tempat pakan.
·         Kontrol kembali semua peralatan dan pastikan berfungsi dengan baik.
·         Setelah 2 jam, periksa suhu pemanas di kandang agas tetap nyaman. (tingkah laku ayam merupakan indikatos terbaik untuk kebutuhan suhu ayam. Lakukan pemeriksaan kondisi ayam sesering mungkin.
·         Beberapa hal yang perlu diperhatikan sehari-hari adalah:
·         kesehatan ayam
·         suhu udara
·         ventilasi
·         ketersedian pakan dan air minum
·         kondisi cahaya/penerangan
·         kondisi liter
·         deplesi

PERIODE STARTER-GROWER
keterlambatan pervmbuhan selama periode starter-grower akan berpengaruh pada berat badan, keseragaman dan performa produksi, antara lain keterlambatan awal bertelur dan berat telur.
Temperatur,kelembaban dan kepadatan
·         pada umur 1-4 hari, ayam membutuhkan penghangat/brooder. Pemanas dapat disesuaikan dengan memperhatikan tingkah laku ayam
·         penghentian periode pemanasan harus dipastikan setelah kondisi ayam dianggap mampu menyesuaikan dengan temperatur lingkungan. Pada umumnya umur 21 hari untuk daerah panas dan bisa sampai dengan 30 hari umtuk daerah dingin.
·         Kelebihan kepadatan ayam dapat menyebabkan kondisi liter dan kualitas udara buruk sehingga menghambat pertumbuhan dan meningkatkan gangguan penyakit.Pada masa boording untuk mempertahankan suhu dh kandang tetap hangat pada kandang terbuka dilengkapi dengan tirai.
Prinsip penggunaan tirai :
·         tirai dibuka secara bertahap dari atas ke bawah sesuai dengan kondisi di dalam kandang dan kebutuhan udara segar serta melihat perkembangan ayam.
·         Pelepasan tirai pada sisi dimana angin datang berhembus dilakukan paling akhir.
·         Pada temperatur udara yang sangat panas, urutan penanganan sbb :
1.      pemanas dikecilkan/dimatikan
2.      tirai dibuka

Ventilasi
·         ventilasi memegang peranan penting dalam pengaturan kualitas udara dikandang.
·         Ventilasi yang tidak mampu menggantikan udara kotor dari hasil pernafasan ayam, sisa pembakaran pemanas, amoniak dan gas beracun lain dikandang dengan udara bersih yang di butuhkan ayam.
·         Standar kualitas udara di kandang.

Peralatan Kandang
kelebihan atau kekurangan peralatan akan berpengaruh pada performa ayam. Kekurangan alat akan menyebabkan ayam berebut untuk mendapatkan kebutuhan pakan atau minum sedangkan apabila kelebihan peralatan akan mengurangi ruang gerak yang dibutuhkan dan mengganggu sirkulasi udara.
*ketinggian tempat pakan : sejajar tembolok ayam (1-3 minggu pertama diletakkan diatas litter)
**ketinggian tempat minum : sejajar punggung ayam

Pemberian Air Minum
·         air minum yang bersih harus tersedia setiap saat dan segera dikonsumsi setelah DOC ditebar untuk menghindari dehidrasi
·         dianjurkan 1-2 jam pertama setelah DOC tiba diberi air minum yang mengandung glukosa (2-5%) kemudiao diganti dengan vitamin-elektrolit dan antibiotik selama 3-5 hari.
·         Penggantian air minum dilakukan minimum 2x sehari, bila kotor segera diganti.
·         Pastikan air minum layak untuk dikonsumsi.

Pemberian Pakan
berikan pakan secepatnya setelah DOC datang. Lakukan pemeriksaan terhadap isi tembolok, 8 jam pertama 80% dari populasi ayam sudah terisi pakan dan 4 jam berikutnya 100% tembolok ayam sudah terisi pakan
·         selama 3 hari pertama, ayam secara berkala (2-3 jam sekali) harus dirangsang untuk aktif mengkonsumsi pakan dan minum.
·         Mulai umur 3 minggu pemberian pakan 2-3 x sehari
·         monitor feed intake setiap hari
·         perhatikan jenis pakan yang diberikan. Ikuti petunjuk pemakaian dari pabrik pembuat pakan sesuai dengan umur ayam.
·         Penggantian pakan sebaiknya dilakukan secara bertahap dengan mencampurkan jenis pakan yang berbeda :
*hari 1: 1/4 jenis baru+3/4 jenis lama
*hari 2: 1/2 jenis baru+1/2 jenis lama
*hari 3:3/4 jenis baru+1/4 jenis lama
*hari 4 dst: pakan jenis baru
·         pencampuran harus meratalitter
·         litter adalah suatu lapisan permukaan dari bahan penyerap air, berfungsi sebagai alas yang melindungi ayam dari lantai yang dingin dan berperan penting untuk kesehatan dengan memberikan lingkungan yang nyaman.
·         Pilih bahan yang bersifat menyerap dan melepas air serta tidak berdebu, pada umumnya digunakan sekam atau serutan kayu.
·         Pastikan liter dalam kondisi yang baik. Litter yang menggumpal dan atau basah segera dikeluarkan kemudian diganti dengan yang baru karena akan meningkatkan resiko penyakit, menurunkan sistim kekebalan dan mengganggu pertumbuhan dengan adanya pembentukkan gas beracun (ammonhak, H2S,dll) yang dapat menimbulkan penyakit pernafasan.
·         Jangan mengganti liter secara total apabila tidak terpaksa (misal karena banjir)
·         ketebalan litter antara 15-20 cm dengan kelembaban 30%

KONTROL PERTUMBUHAN
Penimbangan Ayam
pada ayam petelur, perlu diperhatikan perkembangan berat ayam selama masa starter-grower. Penimbangan dilakukan seminggu sekali tujuannya untuk mengetahui permasalahan ayam sehingga dengan cepat dapat diatasi.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan :
·         alat untuk menimbang harus selalu sama
·         skala ketelitian alat timbang tidak lebih dari 20 g.
·         Waktu (hari) penimbangan sama, pada akhir minggu
·         jumlah yang ditimbang 5-10% dari populasi
·         kelompok ayam yang terpilh harus ditimbang satu persatu, kecuali ayam yang sakit perlu dikeluarkan dari kelompoknya.
Bandingkan rata-rata badan ayam dengan standar berat badan pada umur yang sama. Pada saat tertentu (misalnya penggantian pakan) sebaiknya ayam dikelompokkan sesuai dengan kelompok beratnya, sehingga diharapkan kelompok ayam akan lebih seragam
program pemberian pakan pada pullet 1 (seleksi pada umur : 6, 12 dan 17 minggu)
program pemberian pakan pada pullet 2 (seleksi pada umur 12 dan 17 minggu)

penyebab berat badan dibawah standar antara lain :
·         management brooding
·         pakan
·         air minum
·         tempat pakan dan minum (kapasitas)
·         tingkat kepadatan
·         sirkulasi
·         temperatur dalam kandang
·         litter
·         penyakit

Keseragaman Berat Badan
keseragan berat badan ayam merupakan salah satu papameter keberhasilan pemeliharaan periode grower. Suau kelompok ayam dapat disebut seragam apabila keseragaman berat badan minimum 80%.
Faktor yang mempengaruhi ketidakseragaman berat badan :
·         jumlah tempat pakan dan minum
·         kepadatan ayam dalam kandang
·         nutrisi
·         penyakit
·         stress

POTONG PARUH
potong paruh adalah salah satu cara untuk mencegah kanibal, patuk bulu dan pemborosan pakan. Potong paruh sebaiknya dilakukan dikandang pada umur 7-10 hari. Hal ini dilakukan untuk menghindari strees dan kematian yang tinggi. Perilaku kanibal atau patuk bulu terjadi disebabkan karena :
·         cahaya yang berlebihan
·         sirkulasi tidak bagus
·         kepadatan yang terlalu tinggi
·         jumlah tempat pakan dan minum kurang
·         kekurangan nutrisi dalam pakan

beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut :
·         potong paruh hanya dilakukan pada ayam sehat umus 7-10 hari
·         gunakanlah alat pemotong paruh yang berfungsi dengan baik. Ikuti petunjuk pemakaian dari pabrik pembuatnya.
·         Dilakukan oleh tenaga yang berpengalaman. Dikerjakan dengan hati-hati, teliti dan tidak tergesa-gesa.
·         Paruh dipotong dengan batas 2 mm dari lubang hidung. Lama pemotongan dan pembakaran paruh sangat dipengaruhi oleh tingkat panasnya pisau alat potong paruh (temperatur 1500 C). Hasil bentuk paruh rata dan tidak berdarah. Dengan alat potong paruh yang standar, membutuhkan waktu 5 detik.
·         Berikan vitamin k melalui air minum sebelum dilakukan potong paruh untuk mengurangi pendarahan.
·         Antara umur 6-8 minggu, bila perlu lakukan koreksi potong paruh. Jangan melakukan koreksi potong paruh diatas 10 minggu, karena akan menyebabkan stress dan pengaruhnya akan mengganggu proses reproduksi.

 TRANSFER
transfer dilakukan paling lambat 2 minggu sebelum masa produksi, pada saat cuaca dingin dan pakan diberikan seperti biasa.
Pada saat kedatangan pullet dikandan produksi disarankan untuk diberikan air minum dengan vitamin untuk mengurangi stres. Untuk meningkatkan konsumsi pakan pada hari pertama transfer perlu diberikan penerangan selama 22 jam dengan intensitas tinggi.

PROGRAM PENCAHAYAAN
Prinsip
·         tidak boleh menambah lama pencahayaan selama masa pertumbuhan
·         tidak boleh mengurangi lama pencahayaan selama masa produksi.
·         Pencahayaan yang lebih lama pada periode rearing untuk menambah waktu makan sehingga mempercepat pertumbuhan berat badan.
·         Kekurangan cahaya pada masa produksi harus lebih terang dibandingkan masa grower.
* faktor penting dalam program pencahayaan adalah intensitas cahaya, lama dan pemerataan pencahayaan.
* kekuatan cahaya harus lebih tinggi pada awal pemeliharaan (2 minggu pertama) untuk meningkatkan konsumsi pakan dan pertumbuhan ayam. Setelah itu dikurangi secara bertahap untuk mengendalikan perkembangan organ reproduksi.
* pada masa produksi kekuatan cahaya dan lama pencahayaan harus ditambah untuk kematangan organ reproduksi dan merangsan produksi telur.
* pastikan penyebaran cahaya merata ke seluruh area kandang. Secara berkala lampu harus dibersihkan dan segera ganti lampu yang rusak/mati.
* pb siang hari apabila suasana gelap (misalnya mendung) maka lampu harus dihidupkan
* pemberian penyinaran bisa dilakukan apabila feed intak tidak sesuai kebutuhan (pada malam hari).

PERIODE PRODUKSI
Target :
1. Puncak produksi yang tinggi dan bertahan lama.
2. Berat telur yang baik dengan FCR yang rendah.
3. Kualitas telur yang baik.

Kandang Produksi (Battery)
kandang battery saat ini banyak digunakan peternak petelur di indonesia karena memudahkan dalam pengumpulan telur dan menghasilkan telur yang lebih bersih dibandingkan dengan kandang postal. Untuk mendapatkan kondisi yang nyama sehingga dapat menampilkan produksi yang optimum makam diperlukan ukuran kandan seluas 450 cm2/ekor dan 10 cm feeder space dengan ventilasi yang baik.

Masa Produksi
kematangan seksual dipengaruhi : stimulasi cahaya dan berat badan (pertumbuhan yang baik). Berat badan masa grower yang kurang dari standar akan berpengaruh pada puncak produksi, daya tahan produksi, sasaran pemeliharaan ditunjukan untuk menjaga daya tahan produksi, daya hidup dan kualitas kerabang telur. Kelompok ayam dengan berat badan lebih dari standar, konsumsi pakan akan lebih tinggi sehingga berpengaruh positif terhadap egg mass.

pemeliharaan masa produksi
·         penggantian dari pakan grower ke pakan produksi dilakukan setelah terlihat telur pertama, penggantian pakan terlambat akan menyebabkan kekurangan kalsium.
·         Selama minggu ke 16 sampai puncak produksi harus ada kenaikkan pakan, apabila standar konsumsi pakan tidak tercapai, harap dilakukan pemeriksaan terhadap ventilasi, sirkulasi udara, temperatur, penerangan dan kesehatan ayam. Kekurangan konsumsi pakan dapat menyebabkan awal produksi mundur, puncak produksi tidak tercapai dan berpengaruh pada daya tahan produksi serta berat telur yang ringan.
·         Perhatikan kebutuhan konsumsi air minum, perbandingan kebutuhan air minum dan pakan yang dikonsumsi sekitar 4:1 perbandingan tersebut untuk suhu kandang sampai 30 C. Suhu yang lebih tinggi, mengakibatkan konsumsi air lebih banyak.
·         Metode pemberian pakan 1. Ad libitum (pakan harus selalu tersedia) 2. Diberikan sesering mungkin 3. Diratakan sesering mungkin

Berat Telur
berat telur dipengaruhi oleh berat badan. Setiap penurunan konsumsi pakan akan mempengaruhi berat telur. Penimbangan berat telur dilakukan setiap hari. Agar kualitas telur terjaga baik, sebaiknya dilakukan :
1. Pengambilan telur minimum 2x sehari
2. Penyimpanan pada suhu kamar.

NUTRISI
konsumsi pakan dipengaruhi oleh :
·         berat badanproduksi
·         suhu kandang
·         bentuk pakan
·         tingkat energi
meningkatnya kandungan energi dalam pakan akan menurunkan konsumsi pakan pada sebaliknya.
·         Keseimbangan gizi
ayam akan mencoba memenuhi kekurangan salah satu gizi dengan meningkatkan konsumsinya.

Nutrisi Dan Berat Telur
dalam batas tertentu, berat telur dapat disesuaikan dengan kebuuhan. Yang menyebabkan berat telur menurun :
1. Masa pertumbuhan grower (bersifat permanen)
berat badan kvrang dari standar akan menyebabkan berat telur dibawah standar.
2. Komposisi pakan (bersifat temporer)
·         protein kasar, methionin dan cystine
·         asam linoleat
3. Konsumsi pakan tidak tercapai, yang dipengaruhi oleh :bentuk pakan
·         cara pemberian pakan
·         jumlah pemberian pakan
·         pemerataan pakan

Masa Grower
ayam harus diberi pakan dalam bentuk kasar, untuk merangsang nafsu makan dan melatih agar dapat makan lebih banyak pada periode produksi. Pemberian pakan dengan bentuk terlalu halus pada periode grower dapa menurunjan konsumsi pakan pada masa produksi sehingga mengurangi ketersediaan kebutuhan beberapa kandungan nutrisi pakan. Pada periode grower pemberian pakan yang seimbang dan berkualitas sangat penting untuk perkembangan tubuh dan kematangan seksual.
Penggantian jenis pakan berdasarkan perkembangan berat badan bukan berdasarkan umur. Jika berat badan tidak tercapai maka penggantian jenis pakan starter ke grower dapat ditunda dan tetap diberikan jenis starter.

Masa produksi
penggantian pakan layer dilakukan setelah terlihat produksi telur pertama. Pemberian pakan berdasarkan kebutuhan gizi dan konsumsi pakan.
Pada awal produksi pemberian pakan dirancang untuk memenuhi kebutuhan :
1. Berat badan.
2. Produksi
3. Berat telur

KESEHATAN AYAM
program pencegahan penyakit meliputi pelaksanaan management yang baik, biosecurity dan vaksinasi ketiganya merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

Vaksinasi
program vaksinasi ditetapkan berdasarkan kondisi masing-masing lokasi peternakan dan berkonsultasi dengan dokter hewan setempat.
Hal-hal yang perlu diperhatikan :
·         vaksinasi dilakukan pada ayam sehat
·         beli vaksin dari produsen yang terpercaya dan perhatikan tanggal kadaluarsa
·         simpan vaksin pada suhu 4-8 C (refigerator). Selama masa perjalanan simpan dalam tempat yang dilengkapi dengan es batu dan tertutup rapat.
·         Vaksin tidak boleh terkena sinar matahari langsung
·         gunakan dosis sesuai dengan rekomendasi pabrik
·         cegah larutan vaksin tercecer terutama vaksin aktif. Segera netralkan dengan desinfektan.
·         Semua sisa dan wadah vaksin dimusnahkan segera setelah pekerjaan vaksinasi selesai
·         berikan vitamin selama 2-3 hari sebelum dan setelah vaksinasi
·         amati kemungkinan munculnya reaksi vaksin yang berlebihan, khususnya vaksin aktif
Cara Vaksinasi
1. Vaksinasi melalui air minum
·         air yang digunakan harus bersih, bebas dari desinfektan dan logam berat (a.l. Chlorine/kaporit)
·         lakukan puasa minum selama 2 jam sebelum vaksinasi
·         vaksin yang sudah bercampur dengan air minum harus habis dalam waktu 2 jam.
2. Vaksinasi spray
·         reaksi vaksinasi yang muncul dapat berlebihan
·         pada ayam umur lebih dari 3 minggu gunakan spray yang menghasilkan butiran besar.
·         Alat yang dipakai harus bersih dan hanya digunakan untuk vaksinasi saja
·         arah spray sesuai arah angin
·         pasang tirai selama 20-30 menit untuk mencegah vaksin terbawa angin.
·         Gunakan air destilasi untuk pencampuran vaksinsemprotkan vaksi diatas kepalam ayam dan pastikan menyebar rata.
3. Vaksinasi tetes mata
·         campur vaksin dengan larutan yang sudah disediakan pabrik pembuat
·         setelah vaksin dicampur harus habis dalam waktu 2 jam.
·         Pelaksanaan secara hati-hati pastikan mata ayam berkedip setelah ditetesi vaksin & letakkan ayam secara perlahan dan jangan dilempar.
4. Vaksin suntik
·         gunakan jarum dan alat suntik yang bersih dan sudah disterilkan
·         ganti jarum setiap 500 ekor
·         sebeltum di mulai pastikan alat suntik sudah ditera dan dapat berfungsi baik.
·         Pastikan vaksin dilakukan pada tempat yang benar dan telah masuk ke tubuh ayam
·         kocok botol vaksin sesering mungkin (angka 8) agar tidak mengendap
·         untuk vaksin inaktif dengan pelarut minyak dilakukan setelah suhu vaksin sesuai dengan suhu kamar

setelah pelaksanaan vaksinasi lakukan pencatatan :
·         umur ayam dan nomor kandang
·         jenis vaksin dan produsencara vaksin
·         jumlah dosis vaksin dan jumlah ayam yang divaksin
·         nomor seri dan tanggal kadaluarsa
·         nama petugas
·         reaksi vaksinasi yang muncul
keterangan dan pencatatan diatas sangat berguna apabila timbul masalah dikemudian hari

Pemberian Antibiotik
pemberian anti biotik hanya diberikan pada ayam sakit, setelah upaya pencegahan dan pengendalian terlaksana dengan baik. Disarankan sebelum pemberian antibiotik sebaiknya dilakukan uji sensitifitas terhadap antibiotik yang akan digunakan
pertimbangan penting untuk pengobatan yang efektif :
·         ketepatan diagnosa penyakit, sebaiknya didukung dengan diagnosa dari laboratorium diagnostik penyakit hewan
·         pilih obat yang masih sensitif terhadap bibit penyakitdosis obat sesuai dengan rekomendasi pabrik
·         respon terhadap obat harus dimonitor, misalnya : penurunan angka kematian, berkurangnya gejala penyakit, konsumsi pakan dan produksi naik.
·         Selama pengobatan harus disertai dengan perbaikan tata laksana pemeliharaan
·         lebih baik melakukan pencegahan daripada mengobati
·         pemberian obat yang terlalu lama atau sering dapa menyebabkan resistensi
·         antibiotik lebih efektif diberikan awal timbulnya penyakit

RECORDING
catatan penting selama periode grower adalah :
·         tanggal tetas dan tanggal kedatangan ayam
·         populasi ayam
·         konsumsi pakan dan air minum
·         berat badan dan keseragaman
·         jenis pakan yang digunakan
·         jam pencahayaan atau penerangan
·         suhu udara kandang dan lingkungan
·         vaksinasi dan pengobatan
·         kasus penyakit
·         jumlah kematian dan culling/afkir
pada masa produksi ditambah pencatatan hasil produksi, sebagai berikut :
·         jumlah produksi telur, termaksuk jumlah telur retak
·         berat telur
·         konversi pakan
·         kg telur per 1.000 ekor
·         berat badan mingguan
pencatatan dilakukan secara rutin serta dilengkapi dengan grafik untuk memudahkan dalam menganalisis data dan dibandingkan dengan standar grower atau produksi. Beberapa penyimpangan atau selisih yang tidak lazim merupakn tanda adanya masalah dalam pelaksanaan pemeliharaan. Pada akhir periode kelompok ayam, evaluasi data dan pemeliharaan untuk dipakai sebagai pedoman atau perubahan pemeliharaan diperiode selanjutnya.

0 komentar:

Poskan Komentar