Minggu, 16 Oktober 2011

SAMPEL RABIES


PENGAMBILAN DAN PENGIRIMAN SAMPEL RABIES

1.PENGAMBILAN SAMPEL
a. Pengambilan Sampel Darah
Pengambilan darah ditujukan untuk mendapatkan serum sebagai bahan untuk pemeriksaan kandungan antibodi rabies dari hewan yang telah divaksinasi. Darah anjing sebanyak 1 – 2 ml diambil dari vena femoralis kaki belakang atau vena saphena kaki depan dengan menggunakan spuit steril berukuran 2,5 ml. Spuit yang tela berisi darah kemudian dibiarkan pada suhu luar sampai terjadi pemisahan antara serum dan bekuan sel darah. Cairan serum yang sudah terpisahkan dari bekuan darah ini kemudian dipindahkan ke dalam tabung gelas/plastik (tabung venoject/ampul) yang steril. Tabung yang berisi cairan serum tadi kemudian disimpan dalam boks/kotak dengan suhu dingin (berisi batu es), atau langsung dimasukkan ke dalam freezer suhu -20ºC sampai serum tersebut digunakan atau diuji. Sebelum digunakan untuk pengujian, cairan serum diinaktivasi terlebih dahulu dengan cara menempatkan tabung berisi serum tadi pada mesin penghangat air (waterbath) dengan suhu 56ºC untuk selama 30 menit.

b. Pengambilan Sampel Otak Anjing
Pengambilan otak anjing ditujukan untuk mendapatkan bagian dari otak (dasar cerebellum, hippocampus, cortex dan medulla oblongata) sebagai bahan uji untuk pemeriksaan adanya virus rabies pada hewan tersangka. Otak anjing diambil dengan cara sebagai berikut: kepala anjing yang telah mati dipotong dengan menggunakan pisau tajam pada bagian lehernya (antara tulang leher pertama dengan tulang kepala) sehingga terlihat foramen occipitale. Dengan menggunakan sedotan limun (straw) berdiameter 5 mm, sedotan limun tadi ditusukkan (sambil diputar-putar) ke kepala melalui foramen occipitale tadi dengan arah ke bagian mata. Selanjutnya sedotan limun ditarik kembali keluar secara perlahan. Pada ujung sedotan limun tadi akan diperoleh bagian jaringan jaringan otak (dasar cerebellum, hippocampus, cortex dan medulla oblongata).
Bagian sedotan limun yang mengandung jaringan otak kemudian dipotong dan dimasukkan ke dalam tabung gelas/plastik yang berisi bahan pengawet (formalin atau 50% gliserin dalam PBS). Tabung tersebut kemudian diberi tanda (nomor spesimen, jenis spesimen, spesies, bahan pengawet, lokasi dan tanggal pengambilan, pemilik anjing dll). Tabung tadi kemudian disimpan dalam boks/kotak dengan suhu dingin (berisi batu es), atau di freezer pada suhu -20 °C sampai dilakukan pengujian. Untuk tabung sampel yang berisi bahan pengawet formalin, boks/kotak penyimpanan tidak perlu dingin/berisi batu es.

2. PENGIRIMAN SAMPEL
A. Pengepakan.
Kaleng (pertama) yang berisi kepala dimasukkan ke dalam kaleng ke dua yang lebih besar. Diantara ke dua kaleng diberi es batu atau dry ice. Jumlah es batu atau dry ice disesuaikan dengan jarak dan lama waktu pengiriman ke laboratorium dan besar kaleng ke dua disesuaikan dengan jumlah es batu my ice yang akan dipergunakan. Setelah itu kaleng ke dua ditutup rapat-rapat dan diberi tanda pengenal.
Botol yang berisi potongan jaringan dengan bahan pengawet lain atau formalin 10% yang telah ditutup rapat-rapat dan tidak bocor dimasukkan kedalam kantong plastik yang berfungsi sebagai pembungkus, pencegah terlepasnya tutup dan pencegah perluasan kebocoran. Selanjutnya bahan pemeriksaan dimasukkan kedalam kaleng atau kotak yang tidak tembus air dan tahan banting. Bahan pemeriksaan dalam bahan pengawet glycerin akan lebih baik kalau dikirim dalam thermos atau peti berisi es atau dry ice.
Botol yang berisi potongan jaringan yang tidak dengan pengawet glycerin atau formalin, dibungkus dalam kantong plastik dan dimasukkan dalam kaleng atau kontainer tertutup, selanjutnya bahan pemeriksaan tadi dimasukkan dalam thermos atau peti yang berisi es batu atau dry ice.
Satu copy surat pengantar specimen perlu disertakan dengan pengiriman bahan pemeriksaan dan paket diberi tulisan "paket ini berisi bahan pemeriksaan penyakit yang disangka anjing gila (rabeis)". Alamat laboratorium yang dituju dan alamat pengirim ditulis dengan jelas.

B. Pengiriman.
Sepesimen diusahakan secepat mungkin sampai dilaboratorium yang terdekat dan mam memeriksa rabies melalui kurir, atau dikirim secara kilat. Bahan pemeriksaan yang tidak dengan bahan pengawet dan preparat yang difixasi dengan aceton dikirim dengan.

a. Pengiriman Sampel Serum
Bila pengujian serum harus diperiksa pada laboratorium penguji yang lokasinya cukup jauh, maka sampel serum harus dikirim dalam keadaan dingin dan aman agar sampel serum tidak rusak, dengan cara sebagai berikut: tabung yang berisi sampel serum ditempatkan pada rak tabung yang kokoh (tidak mudah lepas), lalu rak tabung tadi disimpan dalam boks/kotak kedap dan dingin (berisi batu es atau es kering/dry ice) dengan ukuran yang cukup dan diperkirakan jumlah batu es/es kering dapat membuat sampel serum tetap dingin sampai di tempat tujuan. Bila dikhawatirkan terjadi goncangan yang dapat membuat pecahnya tabung serum, maka tabung serum dapat terlebih dahulu dibungkus dengan kapas/bahan lainnya (sebagai pelindung goncangan). Kotak pengiriman sampel serum diberi tanda/label yang jelas, termasuk alamat pengirim dan tempat tujuan.

b. Pengiriman Sampel Otak
Bila pengujian serum harus diperiksa pada laboratorium penguji yang lokasinya cukup jauh, maka sampel otak harus dikirim dalam keadaan dingin dan aman agar sampel otak tidak rusak dan tidak tercecer mengkontaminasi lingkungan, dengan cara sebagai berikut: tabung gelas/plastik yang berisi sampel otak pertama dibungkus dengan kapas/bahan lainnya (sebagai pelindung goncangan) dan kemudian tabung tersebut dimasukkan ke dalam kotak yang lebih besar dan kokoh atau kaleng. Kaleng tersebut kemudian dibungkus kapas/kain secukupnya dan dimasukkan ke dalam kotak yang lebih besar (boks es atau stereoform) yang berisi bahan pendingin (batu es atau es kering/dry ice). Kotak tersebut diberi tanda, selain jenis spesimen, spesies, bahan pengawet, lokasi dan tanggal pengambilan, pengirim dll, juga ditulis “BAHAN BIOLOGIS BERBAHAYA – RABIES”. Untuk tabung sampel yang berisi bahan pengawet formalin, boks/kotak penyimpanan tidak perlu dingin. Perlu diperhatikan bahwa tabung, kaleng penyimpan tabung atau boks tidak boleh bocor dan tetap utuh selama dalam pengiriman.






DIAGNOSA LABORATORIUM

1. BAHAN PEMERIKSAAN.
Bahan pemeriksaan untuk mendiagnosa rabies dapat berupa diantaranya ialah:
• Saluran kepala
• Otak.
• Preparat pada objek gelas.
• Kelenjar ludah.

Pada otak dapat diambil untuk pemeriksaan rabies adalah Hippocampus, Cortex cerebri dan cerebellum. Untuk pemeriksaan diperlukan spesimen sebanyak masing-masing 3 gram atau lebih.

Diagnosa rabies secara laboratorium didasarkan atas :
a. Penemuan badan negri (negri body)
b. Penemuan antigen
c. Penemuan virus (isolasi)
Antigen, badan negri dan virus banyak ditemukan pada sel saraf (neuron) sedangkan kelenjar ludah dapat mengandung antigen dan virus tetapi badan negri tidak selalu dapat ditemukan pada kelenjar ludah anjing.






Adanya kontaminasi pada specimen dapat mengganggu pemeriksaan dan khususnya untuk ”isolasi virus” pengiriman harus dilakukan sedemikian rupa sehingga kelestarian hidup virus dalam specimen tetap terjamin sampai ke laboratorium.
Cara diagnosis rabies secara laboratoris dapat dilakukan dengan :
Ø  Mikroskopis untuk melihat dan menemukan badan negri, yakni pewarnaan cepat Sellers, FAT (Fluorescence Antibody Technique) dan histopatologik.
Ø  Antigen-antibody reaksi dengan uji virus nertralisasi, gel agar presipitasi atau reaksi peningkatan komplemen dan FAT Isolasi virus secara biologis pada mencit atau in vitro pada biakan jaringan diikuti identifikasi isolat dengan cara pewarnaan FAT atau uji virus netralisasi.

Fluorescent Antibody Technique (FAT) untuk penggunaan didalam mikrobiologi telah diperlihatkan pertama kali oleh Coons, at all pada tahun 1942. sebelumnya telah diperkenelka penandaan protein antibodi dengan zat warna yang dapat berfluoresensi.
Fluoresensi merupakan pemancaran sinar oleh atom atau molekul setelah terlebih dahulu disinari. Zat warna yang dapat befluoesensi disebut fluorokrom. Pada dasarnya teknik fluoresen antibodi ini merupakan kombinasi cara-cara imunologis dan pewarnaan. Adanya antigen akan diperlihatkan dengan perantaraan antibodi yang telah disenyawakan dengan fluorkrom.
Antibodi yang telah ditandai dengan fluorokrom disebut “conjugate”. Conjugate ini akan bereaksi dengan antigen spesifik dan dapat dilihat dibawah mikroskop fluoresen. Prinsip dari uji ini adalah terbentuknya ikatan antara antigen (virus rabies) dengan spesifik antibodi virus rabies yang telah dikonjugasi dengan zat fluorescen sehingga tampak agregat yang berpendar hijau (fluorescensi) pada sampel yang diamati dengan menggunakan mikroskop flurorescen.

2. Cara Membuat Preparat
Preparat sentuh.
Buat potongan bagian otak yang dikehendaki 2-3 mm taruh diatas suatu gelas objek (atau scalpel, atau sendok es kream atau septula) dengan bidang sayatan menghadap keatas. Dengan gelas objek yang lain sentuh dengan sedikit penekanan bidang Bayman tadi, 3 sentuhan pada setiap gelas objek, lalu langsung dimasukan kedalam pewarna sellers.

Preparat ulas.
Taruh potongan kecil jaringan otak yang dikehendaki ditengah suatu gelas objek kira-kira berjarak ¼ panjang gelas objek dari salah satu sisi panjangnya. Ambil gelas objek dari salah satu sisi panjangnya. Ambil gelas objek yang lain, tekankan pada jaringan dan gerakan ke ujung yang lain sehingga ¾ gelas objek terlapisi dengan bahan pemeriksaan secara merata lalu langsung dimasukkan ke dalam pewarna seller.
Preparat putar.
Taruh potongan sebesar kacang kedelai jaringan otak yang dikehendaki ditengah suatu gelas objek, dengan gerakan berputar, dengan tusuk gigi atau gelas objek guling-gulingkan dan sisa yang tidak melekat digelas objek dibuang lalu langsung dimasukkan ke dalam pewarna sellers.

Kelenjar ludah.
Kelenjar ludah penting artinya untuk mengetahui resiko pengigitan, karena itu perlu disertakan sebagai bahan pemeriksaan. Cara mengambil kelenjar ludah yaitu kepala diletakkan terbalik, yakni bagian ventral menghadap ke atas. Buat sayatan kulit dari cabang mendibula ke leher, kuakkan sayatan kulit kesamping, maka akan terlihat urat daging, jaringan ikat longgar, lymphoglandula submaxilaris dan kelenjar ludah submaxilaris.
Kelenjar ludah submaxilaris terletak diujung belakang mandibula, dibelakang dan dibawah lymphoglandula submaxilaris, berwarna kuning atau oranye, berbentuk elip dan terbungkus oleh kapsul.
Keluarkan kelenjar ludah dan masukkan dalam botol spesimen yang berisi bahan pengawet gliserin. Tutup kontainer rapat-rapat dan simpan dalam keadaan dingin.
Tanda pengenal perlu disertakan/ditempelkan pada kontainer yang berisi bahan pemeriksaan. Tanda pengenal berisi: Nama jaringan/organ, bahan pengawet/fixative yang dipakai, species hewan dan tanggal pengambilan.

0 komentar:

Poskan Komentar